Pengertian, Karakteristik dan Contoh Technopreneur
Selamat datang di blog saya, kali ini saya akan membahas secara singkat apa itu Technopreneur???
PENGERTIAN TECHNOPRENEUR
Technopreneur berasal dari 2 kata yaitu Technology dan Entrepreneur, Entrepreneur sendiri memiliki arti mengelola usaha dengan keberanian mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan peluang yang ada, dan teknologi merupakan peluang yang digunakan dalam Technopreneur sehingga Technopreneur memiliki makna bagimana cara pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang dan dijadikan sebagai peluang usaha.
KARAKTERISTIK TECHNOPRENEUR
Jika dilihat dari pengertiannya maka kita akan berpikir bahwa technopreneur merupakan pengelolaan usaha menggunakan basis teknologi seperti perusahaan Apple, Twitter, Facebook, Google, dll. Hal tersebut memang benar namun tidak semua usaha technopreneur seperti perusahaan diatas, melainkan seperti semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan secara tradisional beralih ke usaha yang menggabungkan teknologi perusahaan meubel yang pembuatannya secara tradisional beralih menggunakan mesin yang lebih canggih, atau dari segi pemasarannya yang sebelumnya secara tradisional seperti door to door atau mouth to mouth beralih menggunakan online marketing seperti melalui sosial media.
CONTOH TECHNOPRENEUR
Berikut beberapa contoh pelaku technopreneur sukses yang berasal dari Indonesia:
PENGERTIAN TECHNOPRENEUR
Technopreneur berasal dari 2 kata yaitu Technology dan Entrepreneur, Entrepreneur sendiri memiliki arti mengelola usaha dengan keberanian mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan peluang yang ada, dan teknologi merupakan peluang yang digunakan dalam Technopreneur sehingga Technopreneur memiliki makna bagimana cara pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang dan dijadikan sebagai peluang usaha.
KARAKTERISTIK TECHNOPRENEUR
Jika dilihat dari pengertiannya maka kita akan berpikir bahwa technopreneur merupakan pengelolaan usaha menggunakan basis teknologi seperti perusahaan Apple, Twitter, Facebook, Google, dll. Hal tersebut memang benar namun tidak semua usaha technopreneur seperti perusahaan diatas, melainkan seperti semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan secara tradisional beralih ke usaha yang menggabungkan teknologi perusahaan meubel yang pembuatannya secara tradisional beralih menggunakan mesin yang lebih canggih, atau dari segi pemasarannya yang sebelumnya secara tradisional seperti door to door atau mouth to mouth beralih menggunakan online marketing seperti melalui sosial media.
CONTOH TECHNOPRENEUR
Berikut beberapa contoh pelaku technopreneur sukses yang berasal dari Indonesia:
- Muhammad Fajrin Rasyid
Dia adalah salah satu sosok dari tiga pendiri Bukalapak.com, salah satu situs jual beli online terbesar di Indonesia. Fajrin bersama dengan dua temannya, Zaky dan Nugroho, bisa sukses dengan modal yang tergolong sangat minim, namun mereka punya cara sendiri untuk mengembangkan bisnis tersebut. Salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan teknologi seperti media untuk mengiklankan Bukapalak.com. Kini Bukalapak.com tembus sebagai salah satu perusahaan e-commerce yang terkemuka di Asia Tenggara, hingga akhir 2014 lalu nilai transaksinya mencapai USD 80 juta. - William Tunggaldjaja
Dia merupakan seorang Country Manager Path Indonesia, lulusan University Of California, Barkeley. Sebelum memegang Path, terakhir dia menjabat sebagai Country Manager Zomato, pernah juga bekerja dengan Microsoft dan Lazada Indonesia. Pengalaman yang berbasis teknologi dan bisnis ini, menjadikan William sebagai bos Path Indonesia di usia yang sangat muda. Menurutnya Path merupakan media sosial yang unik, dikarenakan Core Values yang terdapat pada Path, yaitu Simplicity, Quality, dan Privacy. Ketiga hal tersebut yang membuat Path berbeda dengan media sosial lainnya. - Ferry Unardi
Ferry Unardi merupakan co-founder dan CEO Traveloka, sebuah platform pemesanan tiket pesawat dan voucher hotel yang dikunjungi hingga 7 juta pengunjung setiap bulan. Traveloka dapat tumbuh besar berkat bisnis e-ticketing yang berkembang pesat di Indonesia. Traveloka mampu mengalihkan sekitar 90 persen calon penumpang pesawat untuk memesan tiket secara online. Dengan dukungan Global Founders Capital dan East Ventures, Traveloka mampu melayani konsumen menggunakan konsep one stop pemesan tiket, sehingga para konsumen merasa nyaman.
Komentar
Posting Komentar